Tahfidz dan Karakter Sukses

Menghafal Al-Qur’an adalah kebutuhan semua orang

Oleh: Kang Lukman

Menghafal Al-Qur’an adalah kebutuhan semua orang, karena ia merupakan pedoman hidup untuk meraih kesuksesan. Bukan hanya kesuksesan duniawi semata namun juga kesuksesan di kehidupan yang abadi kelak. 

Sejarah membuktikan bahwa sosok-sosok sukses dari kalangan umat islam adalah penghafal al-Qur’an. Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bi Affan, Ali bin Abi Thalib dan sahabat serta tabi’in lainnya adalah para penghafal al-Qur’anyang sukses di berbagai bidang dan mewariskan karya luar biasa yang diakui oleh dunia.

Di bidang hukum Islam, kita mengenal Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal. Karyanya melimpah dan masih dikaji hingga kini. Selain menguasai hukum Islam, mereka juga ahli dalam disiplin ilmu lainnya. Menariknya, mereka adalah sosok-sosok yang lahir dan berkembang dalam budaya menghafal al-Qur’an.

Selain para imam mazhab ini, sejumlah ilmuan muslim yang telah menginspirasi kebangkitan sains modern juga penghafal al-Qur’an. Sebut saja seorang tokoh hebat di bidang kedokteran, ar-Razi (864-930 M) namanya. Ada juga Ibnu Haitham ahli di bidang sains dan matematika. Ilmuwan lainnya adalah al-Kindi sang ahli filsafat dan sains, al-Khawarizmi pakar di bidang matematika, astronomi, dan geografi, al-Farabi yang dikenal sebagai ahli matematika dan sains. Belum lagi, Ibnu Sina yang ahli di bidang kedokteran, sains, dan filsafat. Juga, Omar al-Khayyam seorang sastrawan, matematikawan, dan astronom.

Fakta ini adalah cuplikan sejarah yang tak dapat dibantah bahwa orang-orang hebat dari kalangan umat Islam memulai perjalanan hidupnya dengan menghafal al-Qur’an. Hal ini sejalan dengan penemuan modern bahwa faktor IQ semata tak menjamin kesuksesan seseorang. Justru faktor terpenting yang mendukung kesuksesan adalah EQ dan SQ sekitar 85% sebagaimana hasil penelitian Carnegie Institute of Technology.

Mengapa menghafal mampu mendorong kesuksesan? Karena menghafal bukan semata-mata mengingat materi hapalan dalam otak melainkan juga pembangunan karakter-karakter sukses yakni disiplin, kerja keras, ulet, tanggung jawab, menghargai waktu, berani menghadapi tantangan, gemar membaca, dan patuh. Internalisasi karakter ini selama menghafal adalah faktor penting yang memengaruhi tingkat kesuksesan seseorang.